Jumat, 15 Desember 2017
THE HELP MOVIE
Film The Help yang dibuat pada tahun 2011, yang di sutradarai oleh Tate Taylor dan di tulis oleh Tate Taylor dan Kathryn Stocket, mengisahkan tentang kehidupan orang Amerika pada era tahun 1960-an yang pada saat itu mempunyai permasalahan sosial yang masih terjadi sampai sekarang. Pada era 1960-an di Amerika Serikat terjadi perubahan sosial yang menyangkut orang yang berkulit hitam. Permasalahan sosial itu adalah tentang diskriminasi ras. Di film tersebut menjelaskan bahwa pada saat itu orang yang berkulit putih menganggap dirinya merupakan manusia paling mulia dan berkelas dibandingkan dengan orang yang berkulit hitam. Orang berkulit putih merasa dirinya bisa memperlakukan orang berkulit hitam dengan perlakuan yang tidak pantas.
Lalu di film tersebut diceritakan juga bahwa orang bekulit putih memperkerjakan orang berkulit hitam. Pada saat itu orang berkulit putih yang mayoritas merupakan orang kaya, orang yang mempunyai jiwa sosialita yang tinggi dan merupakan sekumpulan orang-orang yang terpandang, sedangkan orang yang berkulit hitam yang mayoritas merupakan orang kalangan bawah, dan orang yang tidak terpandang di mata orang berkulit putih. Orang berkulit putih berpikir diri mereka berbeda dari orang berkulit hitam, dari segi kehidupan aktivitas sehari-hari, kasta dan cara mereka melakukan sesuatu.
The Help merupakan salah satu film yang mengangkat isu diskriminasi ras. Film ini menceritakan tentang orang berkulit putih terutama wanita-wanita berkulit putih yang tinggal di kota bernama Jackson, yaitu ibukota Negara bagian Mississip. Mereka merupakan kumpulan wanita-wanita terpandang, sedangkan wanita-wanita berkulit hitam mayoritas merupakan pembantu rumah tangga yang bekerja untuk orang berkulit putih.
Cerita tersebut mengambil sudut pandang dari si Aibileen Clark. Diceritakan kehidupan Aibileen Clark yang diperankan oleh Viola Davis, yang merupakan seorang pembantu rumah tangga. Aibileen Clark atau yang biasa dipanggil Aibileen bekerja sebagai pembantu rumah tangga dari dia berumur empat belas tahun. Aibileen menyangka bahwa dirinya akan bekerja sebagai pembantu karena dulu neneknya merupakan pembantu rumah tangga, sedangkan ibunya juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Aibileen membesarkan 17 anak dalam hidupnya.
Aibileen bekerja pada orang berkulit putih yang bernama Elizabeth Leefolt yang diperankan oleh Ahna O’ Reilly. Dia tidak hanya menjadi pembantu rumah tangga untuk Nyonya Leefolt, tetapi dia juga bertugas untuk menjaga anak perempuannya Nyonya Leefolt yang masih berusia balita yang bernama Mae Mobley yang diperankan oleh Eleanor Henry. Aibileen sangat sayang dengan Mae Mobley, begitu juga Mae Mobley dengan Aibileen. Ibunya Mae Mobley tidak pernah menggendong Mae Mobley dan dia tidak pernah punya waktu untuk anaknya sendiri. Mae Mobley lebih sayang dengan Aibileen dibandingkan dengan ibu kandungnya sendiri. Aibileen mengatakan jika anak dari orang yang berkulit putih melakukan kesalahan, orang itulah yang harus menghukum sendiri anak itu dan tidak boleh orang berkulit hitam ikut menghukum anak.
Aibileen menceritakan tentang kehidupan di sekelilingnya. Dia mulai menceritakan kehidupan tentang Nyonya Hilly Holbrook yang diperankan oleh Bryce Dallas Howard. Nyonya Hilly merupakan salah satu anggota dari klub Bridge dan ia merupakan wanita pertama yang mempunyai seorang bayi di klub perkumpulannya. Jika Nyonya Hilly adalah wanita pertama yang mempunyai seorang bayi, makan anggota lainnya juga harus mempunyai bayi. Nyonya Hilly tinggal bersama suami, anak laki-lakinya dan ibunya yang bernama Walters. Nyonya Hilly juga memperkerjakan orang berkulit hitam yang bernama Minny Jackson yang diperankan oleh Octavia Spencer.
Minny Jackson atau yang biasa dipanggil Minny merupakan sahabat dari Aibileen. Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Nyonya Hilly. Nyonya Hilly sangat diskriminasi terhadap orang berkulit hitam. Menurutnya, orang berkulit hitam sangatlah berbeda dari dirinya. Nyonya Hilly juga mempermasalahkan kamar mandi rumahnya, dimana pembantunya Manny yang berkulit hitam tidak boleh menggunakan kamar mandi yang sama dengan majikannya. Kamar mandi pembantunya harus terpisah di luar halaman. Karena pada saat itu Minny tidak bisa menahan lagi untuk ke kamar mandi, akhirnya dia menggunakan kamar mandi majikannya, dengan beralasan dia akan membuat the untuk Nyonya Walters. Akhirnya Minny ketahuan karena menggunakan kamar mandi majikannya dan Manny dipecat setelah itu. Nyonya Hilly mengajukan tentang pernyataan bahwa orang berkulit putih tetap harus menjaga sanitasi atau kebersihan dari orang berkulit hitam, karena dibilang bahwa orang berkulit hitam membawa penyakit bagi orang berkulit putih. Nyonya Hilly mau pernyataannya itu diterbitkan di surat kabar Jackson oleh Skeeter secepatnya.
Selain Nyonya Hilly di dalam klub tersebut ada anggota yang lain yaitu Skeeter Phelan yang diperankan oleh Emma Stone. Emma Stone di film ini merupakan tokoh utama. Disini dia berperan sebagai wanita karir, dan dia bekerja di sebuah media cetak terkenal yaitu surat kabar Jackson sebagai jurnalis. Dia juga merupakan wanita di perkumpulannya yang belum pernah mengalami kencan dan belum menikah. Skeeter pernah memperkerjakan orang berkulit hitam dirumahnya sebagai pembantu rumah tangga, pembantu itu bernama Constantine. Tetapi suatu ketika dia diberhentikan dikarenakan anak dari Constantine lancing masuk ketika ibunya Skeeter sedang mengadakan acara perkumpulan. Nyonya Charlotte tidak suka anaknya
Constantine masuk dari pintu utama, dia mau anaknya Constantine masuk dari pintu belakang. Lalu anaknya Constantine masuk dengan paksa dan membuat Nyonya Charlotte malu di depan teman-temannya. Akhirnya nyonya Charlotte memberhentikan Constantine dan mengusir keduanya dari rumahnya. Dia mempunyai tujuan yaitu untuk membuat buku tentang orang berkulit hitam. Akhirnya dia mewawancarai semua orang berkulit hitam termasuk Aibileen dan kawan-kawannya. Skeeter tidak seperti Nyonya Hilly dan ibunya, dia sangat menerima orang berkulit hitam di lingkungannya, dan dia tidak membedakan kasta antara orang berkulit hitam dengan orang berkulit putih.
Lalu Skeeter mewawancarai Aibileen mengenai kehidupan Aibileen. Aibileen memberikan informasi mengenai dirinya kepada Skeeter, dari mulai kehidupan sehari-hari Aibileen, kisah hidupnya ketika dia masih muda. Dari sudut pandang yang diberikan Aibileen, Aibileen mengatakan bahwa orang berkulit putih tidak pernah menggendong anak mereka, kamar mandi orang berkulit putih dengan orang berkulit hitam harus terpisah dan orang berkulit hitam dilarang untuk menggunakan kamar mandi orang berkulit putih, orang berkulit hitam tidak boleh langsung bersentuhan dengan orang berkulit putih dalam penyajian makanan dan minuman, orang berkulit hitam tidak boleh bersentuhan dengan orang berkulit putih.
Lalu tidak boleh ada perawat perempuan kulit putih yang boleh bekerja di kamar dimana pria berkulit hitam tinggal, buku tidak boleh ditukar antara sekolah berkulit putih dan sekolah berkulit hitam, tukang cukur berkulit hitam tidak boleh melayani pelanggan gadis atau wanita berkulit putih, siapapun baik orang berkulit putih maupun orang berkulit hitam yang menyebarkan tulisan tentang mendorong public untuk menerima kesetaraan antara orang berkulit putih dengan orang berkulit hitam akan dikenai hukuman.
Setelah Minny diberhentikan dari pekerjaannya oleh Nyonya Hilly, dia hanya melakukan aktivitas sehari-harinya dirumah. Minny mempunyai anak perempuan. Anaknya mulai bekerja sebagai pembantu untuk pertama kalinya. Minny menjelaskan ke anaknya hal apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika ia bekerja di rumah orang berkulit putih, dari mulai tidak boleh menyerahkan kopi secara langsung kepada orang berkulit putih, orang berkulit putih tidak suka bersentuhan secara langsung oleh orang berkulit hitam, an terakhir dia tidak boleh lancang.
Akhirnya Minny mendapat pekerjaannya di sebuah rumah milik Nyonya Celia Foote yang diperankan oleh Jessica Chastain. Nyonya Celia tidak seperti Nyonya Hilly yang suka diskriminasi terhadap orang berkulit hitam. Nyonya Celia merupakan karakter yang berkepribadian lugu, baik, dan sedikit ceroboh. Dia menerima Minny di rumahnya dengan senang hati. Minny diperlakukan secara baik ketika dia bekerja di rumah Nyonya Celia. Sebelum Minny bekerja di rumah itu, Nyonya Hilly Minny banyak mengajari cara memasak dan cara mengurus rumah ke Nyonya Celia.
Tidak seperti wanita-wanita berkulit lainnya yang tidak mau bersentuhan dengan pembantu berwarna berkulit hitam, Nyonya Celia Foote mau bersentuhan seperti memeluk, mejabat tangan dan menarik tangan Minny. Suami Nyonya Celia juga sama seperti istrinya yang mau menerima Mannya dan memperlakukan Minny sebaik mungkin. Nyonya Hilly tidak senang dengan Nyonya Celia, karena mantan suami dari Nyonya Hilly dituduh berselingkuh dengan Nyonya Celia.
Adegan yang menarik di film ini ketika Minny mencoba mengunjungi mantan majikannya yaitu Nyonya Hilly. Minny mencoba membujuk nyonya Hilly agar permintaan maafnya diterima. Minny membuat pie cokelat kesukaan Nyonya Hilly. Ketika Nyonya Hilly memakannya, Minny mengatakan bahwa yang ada di dalam pie cokelat itu ternyata kotoran dia sendiri. Adegan di scene itu mampu orang tertawa.
film ini banyak sekali mempunyai daya tarik, tidak hanya jalan ceritanya yang bagus, tetapi latar tempat yang digunakan sangat cocok pada situasi tahun 1960-an, serta acting dari yang dapat membuat penonton sedih karena orang berkulit hitam selalu ditindas oleh orang berkulit putih di dalam film itu, tetapi film ini mempunyai adegan yang bisa membuat penontonnya tertawa.
Lalu beberapa tokoh yang dapat memainkan perannya dengan baik sesuai dengan settingnya, Di sisi lain Film The Help juga menyinggung orang berkulit hitam dan menuju ke arah rasis. Kenap harus orang yang berkulit hitam yang menjadi korban di film itu? Ini bisa saja menyinggung rasis yang dimana di dunia ini rasis menjadi salah satu hal yang sangat sensitive. Namun dapat di akui sutradara berani menyinggung tentang rasis ini. Namun tetap penyinggugan rasis ini sangat dihati-hatikan, karena hal ini adalah hal yang sangat sensitive.
Nilai moral yang bisa diambil dari film ini yaitu kita sebagai manusia tidak boleh saling membedakan satu sama lain, baik dari kaya atau miskin, suku, agama, ras, budaya dan lain-lain. Seberapapun perbedaan ada dalam kehidupan harus dihargai dan menghargai satu sama lain. Kita sebagai manusia harus bersikap adil terhadap sesama. Jangan sampai kita terpecah belah karena masalah diskriminasi dan rasis.
PUISI "AKU" karya Chairil Anwar
AKU
Kalau sampai waktuku.
Ku mau tak seorang kan merayu…
Tidak juga kau…
Ku mau tak seorang kan merayu…
Tidak juga kau…
Tak perlu sedu sedan itu…
Aku ini binatang jalang.
Dari kumpulannya terbuang…
Aku ini binatang jalang.
Dari kumpulannya terbuang…
Biar peluru menembus kulitku.
Aku tetap meradang menerjang…
Aku tetap meradang menerjang…
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari…
Hingga hilang pedih peri...
Berlari…
Hingga hilang pedih peri...
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi…
Aku mau hidup seribu tahun lagi…
Source: https://www.google.co.id/amp/s/www.puisi.co/aku/amp/
Langganan:
Komentar (Atom)