Minggu, 29 November 2015

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN NILAI




Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurang memperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya. Keadaan demikian tidak luput dari falsafah pembangunannya itu sendiri, dalam menentukan pilihan antara orientasi produksi dengan motif ekonomi yang kuat, dengan orientasi nilai yang menyangkut segi-segi kemanusiaan yang terkadang harus dibayar lebih mahal.

Ilmu dapatlah dipandang sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai paradigma etika (Jujun S. Suriasumantri, 1984). Ilmu dipandang sebagai proses karena ilmu merupakan hasil darikegiatan sosial, yang berusaha memahami alam, manusia dan perilakunya baik secara individu atau kelompok. Apa yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini, merupakan hasil penalaran (rasio) secara objektif. Ilmu sebagai produk artinya ilmu diperoleh dari hasil metode keilmuwan yang diakui secara umum dan universal sifatnya. Oleh karena itu ilmu dapat diuji kebenarannya, sehingga tidak mustahil suatu teori yang sudah mapan suatu saat dapat ditumbangkan oleh teori lain. Ilmu sebagai ilmu, karena ilmu selain universal, komunal, juga alat menyakinkan sekaligus dapat skeptis, tidak begitu saja mudah menerima kebenaran.

Source:
https://nathaniaseptavy.wordpress.com/tag/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-nilai/

Sabtu, 21 November 2015

URBANISASI DAN URBANISME



Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
 

Faktor pendorong dari desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi adalah sebagai berikut:
a.   Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa.
b.   Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau mengalami kekeringan.
c.    Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak berubah) daripada perkotaan.
d.   Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak memadai.
e.    Upah kerja di desa rendah.
f.    Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.


Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) sebagai berikut:
a.    Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
b.    Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
c.    Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
d.   Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.
 

Dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut:
a.    Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
b.    Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan kota.
c.    Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.


Urbanisme adalah cara karakteristik interaksi penduduk kota-kota (daerah perkotaan) dengan lingkungan binaan atau dengan kata lain karakter kehidupan perkotaan, organisasi, masalah, dll, serta studi tentang karakter yang (cara ), atau kebutuhan fisik masyarakat perkotaan, atau perencanaan kota. Urbanisme juga pergerakan penduduk ke daerah perkotaan (urbanisasi) atau konsentrasinya di dalamnya (tingkat urbanisasi).

Jaringan Urbanisme
Melalui buku Networks Perkotaan-Jaringan Urbanism, Gabriel Dupuy berusaha untuk menerapkan pemikiran jaringan di bidang urbanisme sebagai respon terhadap apa yang dianggap sebagai krisis di arena perencanaan kota. Konflik dikatakan ada antara perencanaan kota berdasarkan konsepsi terpisah ruang (yaitu zona, batas-batas dan tepi) dan perencanaan kota pada konsepsi berbasis jaringan ruang. Jaringan Urbanism menekankan kebutuhan untuk memahami ‘sociation’ tidak dalam hal dibatasi, skala kecil, masyarakat dengan ruang publik yang intens, tetapi dalam hal karakter desentralisasi dan luas mereka yang bergantung pada segudang jaringan teknologi, informasi, pribadi dan organisasi bahwa lokasi link dalam cara yang kompleks.

sources:
http://zuliaajayanty.blogspot.co.id/2015/05/urbanisasi-dan-urbanisme-a.html