Urbanisasi adalah perpindahan penduduk
dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua.
Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan
berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan
penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah
lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan
pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera
dicarikan jalan keluarnya.
Faktor pendorong dari desa yang menyebabkan
terjadinya urbanisasi adalah sebagai berikut:
a. Terbatasnya kesempatan
kerja atau lapangan kerja di desa.
b. Tanah pertanian di desa
banyak yang sudah tidak subur atau mengalami kekeringan.
c. Kehidupan pedesaan lebih
monoton (tetap/tidak berubah) daripada perkotaan.
d. Fasilitas kehidupan kurang
tersedia dan tidak memadai.
e. Upah kerja di desa
rendah.
f. Timbulnya bencana desa,
seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.
Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah
asal) sebagai berikut:
a. Meningkatnya
kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
b. Mendorong pembangunan
desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
c. Bagi desa yang padat
penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
d. Mengurangi jumlah pengangguran
di pedesaan.
Dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai
berikut:
a. Desa
kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
b. Perilaku
yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan kota.
c. Desa
banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.
Urbanisme adalah cara karakteristik interaksi
penduduk kota-kota (daerah perkotaan) dengan lingkungan binaan atau dengan kata
lain karakter kehidupan perkotaan, organisasi, masalah, dll, serta studi
tentang karakter yang (cara ), atau kebutuhan fisik masyarakat perkotaan, atau
perencanaan kota. Urbanisme juga pergerakan penduduk ke daerah perkotaan
(urbanisasi) atau konsentrasinya di dalamnya (tingkat urbanisasi).
Jaringan Urbanisme
Melalui buku Networks
Perkotaan-Jaringan Urbanism, Gabriel Dupuy berusaha untuk menerapkan pemikiran
jaringan di bidang urbanisme sebagai respon terhadap apa yang dianggap sebagai
krisis di arena perencanaan kota. Konflik dikatakan ada antara perencanaan kota
berdasarkan konsepsi terpisah ruang (yaitu zona, batas-batas dan tepi) dan
perencanaan kota pada konsepsi berbasis jaringan ruang. Jaringan Urbanism
menekankan kebutuhan untuk memahami ‘sociation’ tidak dalam hal dibatasi, skala
kecil, masyarakat dengan ruang publik yang intens, tetapi dalam hal karakter
desentralisasi dan luas mereka yang bergantung pada segudang jaringan
teknologi, informasi, pribadi dan organisasi bahwa lokasi link dalam cara yang
kompleks.
sources:
http://zuliaajayanty.blogspot.co.id/2015/05/urbanisasi-dan-urbanisme-a.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar