Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah. Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
Beberapa teori tentang pelapisan sosial
Bentuk konkrit daripada pelapisan masyarakat ada
beberapa macam. Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti:
- Aristoteles membagi
masyarakat berdasarkan golongan ekonominya sehingga ada yang kaya, menengah,
dan melarat.
- Prof.Dr.Selo
Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH.MA menyatakan bahwa selama didalam
masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai
sesuatu yang dihargainya makan barang itu akan menjadi bibit yang dapat
menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat.
- Karl Marx,
menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan
istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada 2 macam di dalam setiap masyarakat
yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang
tidak mempunyai dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses
produksi
DAMPAK NEGATIF DARI LAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial bagi sebagian kalangan
merupakan dampak negative. Terjadinya kesenjangan sosial antar kalangan dalam
masyarakat merupakan bukti kongkrit bahwa pelapisan sosial memberikan dampak
buruk. Ideology seperti inilah yang membuat terjadinya banyak keributan dan
permasalahan yang berasal dari sikap kesenjangan sosial. Kalangan kelas atas
yang memandang rendah kalangan bawah semakin memperparah situasi, masyarakat
bawah yang tidak menerima dirinya berada di bawah merasa cemburu kepada orang
lain yang berada di atas. Akibatnya, terjadilah tindakan-tindakan kriminal.
Sikap saling tidak menghargai orang lain seperti itu dapat menimbulkan
perpecahan dalam masyarakat.
DAMPAK POSITIF DARI LAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial merupakan hal yang tidak
dapat diabaikan. Pelapisan sosial memberikan dampak positif jika dilakukan
untuk mencapai tujuan bersama, dengan adanya pelapisan sosial mayarakat dalam
satu organisasi dituntut untuk dapat menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak
mereka. Dengan system pelapisan sosial ini, maka akan terjalin kerja sama yang
bersifat mutualisme.
kesimpulannya:
bahwa pelapisan sosial memang tidak dapat
terlepas dalam kehidupan bermasyarakat. Tapi bukan berarti pelapisan sosial
malah merenggangkan dan mejadikan kesenjangan sosial dimasyarakat. Saling
menghargai dan menghormati kewajiabn dan hak orang lain adalah solusi untuk
masalah pelapisan sosial ini
sources:
http://acepwahyuhermawan79.blog.com/sistem-pelapisan-sosial-memunculkan-aspek-aspek-positif-negatif/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar